RSS

Epidemiologi Filariasis

30 Jan

Definisi Filariasis

. Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing mikrofilaria, Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Filariasis ditularkan melalui vektor nyamuk anopheles, culex, mansonia, aedes, dan anmigeres (Liliana Kurniawan, 1994). Di Indonesia, filariasis dikenal umum sebagai penyakit kaki gajah. Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk.

Frekuensi

Filariasis ditemukan di daerah tropis Asia, Afrika, Amerika tengah dan selatan, dengan 120 juta manusia yang terjangkit. Filariasis limfatik menyerang lebih dari 90 juta orang di seluruh dunia. Pada tahun 1997 WHO mencanangkan program pememberantasan penyakit filariasis sebagai masalah kesehatan masyarakat

Etiologi

Penyebab dari penyakit filariasis adalah infeksi dari cacing microfilaria yang merupakan cacing nematoda, parasit yang tergabung dalam superfamilia filarioidea. Cacing filaria dapat diklasifikasikan sesuai dengan habitat dari cacing dewasa pada host. Kelompok subkutan termasuk didalamnya Loa loa, Onchocerca volvulus, dan Mansonella streptocerca. Kelompok limfatik termasuk di dalamnya Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Sedangkan yang terdapat dalam rongga serosa adalah Mansonella perstans dan Mansonella ozzardi.

Vektor dari penyakit filariasis adalah lebih dari 73 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Aedes, Culex dan Mansonia yang dapat mendukung perkembangan cacing filaria. vektor penyebaran penyakit filariasis itu terdiri dari 2 jenis,yaitu vektor filariasis limfatik dan filariasis non limfatik.

Insidensi dan Prevalensi Filariasis

Berdasarkan hasil survei pada tahun 2000 tercatat sebanyak 1.553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 kabupaten 26 provinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Pada tahun 2005 WHO memperkirakan 120 juta penduduk dunia telah terinfeksi, dan 1 milyar penduduk (20%) berisiko terinfeksi filariasis.

Di Asia Tenggara diperkirakan 700 juta penduduk berisiko dan 60 juta orang telah terinfeksi filariasis. Sedangkan menurut data, Sampai tahun 2008, dilaporkan jumlah kasus kronis filariasis secara kumulatif sebanyak 11.699 kasus di 378kabupaten/kota dan sebanyak 316 Kabupaten/Kota dari 471 Kabupaten/Kota telah terpetakan secara epidemiologis endemis filariasis sampai dengan tahun 2008 Berdasarkan hasil pemetaan didapat prevalensi mikrofilaria di Indonesia 19% dari seluruh populasi Indonesia yang berjumlah 220 juta orang, berarti terdapat 40 juta orang didalam tubuhnya mengandung microfilaria  (Depkes, 2008).

Di Jawa Barat tahun 2009, kasus filariasis ditemukan ada sekitar 980 orang penduduk Jawa Barat menderita penyakit kaki gajah dengan jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Banjaran, Soreang dan Majalaya Kabupaten Bandung yang jumlahnya mencapai 450 orang.

Lokasi Penyebaran Filariasis

Daerah endemis filariasis tersebar luas di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia termasuk Asia, Afrika, China, Pasifik dan sebagian Amerika.

Di Indonesia kasus filariasis telah dilaporkan terjadi di berbagai daerah antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Papua, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Tangerang dan lebih 17 Kabupaten di Jawa Barat. Di Indonesia penyakit ini tersebar luas hampir di seluruh provinsi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia, filariasis ditemukan di berbagai daerah dataran rendah yang berawa dengan hutan-hutan belukar yang umumnya didapat di pedesaan di luar  Jawa-Bali. Selain di pedesaan, filariasis juga ditemukan di perkotaan Filariasis yang menyerang daerah perkotaan yaitu filariasis brancofti dan ditularkan melalui vektor nyamuk Culex quinquefasciatus sedangkan di daerah pedesaan filariasis ditularkan oleh Anopheles spp., Aedes spp., dan Mansonia spp.

Morbiditas dan Mortalitas

Penyakit filariasis jarang bersifat fatal, namun konsekuensi dari infeksinya dapat menyebabkan masalah individu maupun masalah social ekonomi dari penderitanya. WHO telah menyatakan bahwa filariasis limfatik sebagai penyebab kedua terbesar di dunia setelah lepra dalam hal menyebabkan kecacatan. Morbiditas filariasis pada manusia dihasilkan dari reaksi microfilaria atau cacing dewasa di berbagai bagian tubuh.

Patofisiologi

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah bila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (mikrofilaria infektif). Nyamuk tersebut mendapat larva cacing kecil (larva stadium I) sewaktu menghisap darah penderita atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus Penularan penyakit ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (sebagai vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (sebagai hospes) dan reservoir. (f.p)

About these ads
 
1 Comment

Posted by on January 30, 2012 in Penyakit Infeksi

 

Tags: , , , ,

One response to “Epidemiologi Filariasis

  1. Selling my Wine collection

    February 2, 2012 at 22:12

    I believe that avoiding processed foods may be the first step to help lose weight. They may taste good, but packaged foods possess very little vitamins and minerals, making you consume more to have enough power to get throughout the day. If you are constantly having these foods, moving over to grain and other complex carbohydrates will assist you to have more power while eating less. Thanks alot : ) for your blog post.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: